Sejarah Pusdikpal

Print

Ditengah perjuangan mempertahankan kemerdekaan proklamasi 17 Agustus 1945, pada tanggal 5 Oktober 1945, sebagai salah satu komponen Angkatan Perang Republik Indonesia, TNI Angkatan Darat menyelenggarakan penataan Organisasi. Dalam dinamika selanjutnya,setelah perang kemerdekaan berakhir pada tahun 1949, dilaksanakan penyerahan kedaulatan Negara dari pihak Belanda kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang ditindaklanjuti dengan alih status berbagai kelembagaan

Bangunan gedung Pusdikpal didirikan pada masa penjajahan Belanda yaitu pada tahun 1922, dimana pada waktu itu merupakan pusat pencucian pakaian (central wasschery) yang melayani seluruh Tentara Kerajaan Belanda di pulau Jawa. Pencucian pakaian tersebut dikerjakan secara chemisch (kimia) dengan menggunakan katel uap dan dilengkapi dengan cerobong asap yang tingginya +/- 23 meter.

Setelah Belanda menyerah kepada Jepang pada tahun 1942, maka gedung tersebut diambil alih Jepang dan dipergunakan sebagai pabrik kecap, taucho dan bir. Pada tahun 1945, Jepang menyerah kepada Sekutu dan gedung tersebut diserahkan kembali kepada Belanda yang selanjutnya digunakan sebagai tempat Pendidikan Teknik atau Techniche Opleiding Institut (TOI), Dinas Angkutan Militer atau Leger Transport Diens (LTD). Sejalan dengan validasi organisasi TNI Angkatan Darat, mulai dari Satuan Teritorial, Satuan Tempur, Satuan Pendidikan serta dinas teknik, keberadaannya semakin tertata. Dalam penyelenggaraan fungsi teknis, hadir dua satuan yakni ; Dinas Teknik Tentara (DTT) yang berkedudukan di Jakarta, dipimpin oleh Letnan Kolonel Ir. Soedarto serta Dinas Peralatan Tentara (DPLT) yang berkedudukan di Cililitan, dipimpin oleh Letnan Kolonel Askari.

Dengan pertimbangan bahwa di lingkungan TNI Angkatan Darat belum dibentuk Lembaga Pendidikan Teknik, beberapa Perwira Dinas Teknik Tentara (DTT), diantaranya Kapten Cpl S. Goenadi Brotosoewignjo, Letnan Satu Cpl Marsidik, Letnan Satu Cpl Bambang Soemantri dan Letnan Muda Cpl Mamoeng Adi, mengadakan musyawarah dengan pihak Belanda, untuk membahas persiapan alih status Institusi Pendidikan Teknik Tentara Kerajaan Belanda yang bernama Technische Opleiding Institute (TOI). Melalui forum perundingan pada tanggal 18 Januari 1950, antara Dinas Teknik Tentara (DTT) dengan pihak Belanda, maka pada tanggal 12 Maret 1950, 39 orang prajurit TNI Angkatan Darat diterima sebagai peserta didik di TOI. Selanjutnya para perintis inilah menjadi kader-kader Instruktur dan ahli teknik di jajaran Dinas Teknik Tentara (DTT) serta Dinas Peralatan Tentara (DPLT).

Sebagai tindak lanjut penyerahan kedaulatan, pada 1 Juni 1950 Tentara Kerajaan Belanda yang diwakili Mayor Art Ir. Woerfbain menyerahkan TOI/LTD kepada TNI AD yang diwakili oleh Mayor S. Goenadi dan digunakan sebagai Pusat Pendidikan Bintara dan merupakan bawahan DPLAD yang selanjutnya Institusi Pendidikan dimaksud diubah namanya menjadi Pusat Pendidikan Teknik Tentara (PeTeTe) dan Mayor S. Goenadi sebagai Komandannya, yang secara taktis operasional di bawah Staf “Q”, kemudian beralih Komando dan Kendali kepada Dinas Teknik Tentara (DTT). Peristiwa bersejarah inilah yang selanjutnya secara monumental diabadikan sebagai hari lahir Pusat Pendidikan Peralatan yang pada waktu itu bernama Pendidikan Teknik Tentara ( Pe.Te.Te.)

Setelah TOI/LTD diserah-terimakan kepada TNI AD, Lembaga Pendidikan Teknik ini berubah-ubah namanya sesuai perkembangan organisasi TNI AD. Nama-nama tersebut adalah :

1.    Pendidikan Teknik Tentara (Pe.Te.Te.) sejak tanggal 1 Juni 1950.

2.    Depot Pendidikan – I DPLAD (DP-I DPLAD) pada tahun 1951.

3.    Pusat Pendidikan Bintara dan Bawahan (PPBa Bwh) Pada tahun 1953.

4.    Pusat Pendidikan Peralatan AD (PPPLAD) pada tahun 1955.>

5.    Resimen Induk Peralatan (Rinpal) pada tahun 1958.

6.    Pusat Pendidikan Peralatan (Pusdikpal) pada tahun 1963 sampai sekarang.

Pada tanggal 1965, sesuai surat keputusan Men Pangad No. Kep 1117/9/1965 tanggal 29 September 1965, Pusdikpal merima Sempana “VIYATA VICAYA YUDHA” yang merupakan lambang Pusdikpal.

Adapun keterengan umum sampana adalah sebagai berikut :

1.    Nama                    :        VIYATA VICAYA YUDHA.

2.    Bentuk                  :        Persegi Panjang ukuran 60 x 80 cm.

3.    Tata warna            :        Merah, putih, kuning, hitam, hijau, dan biru.

4.    Lukisan                  :        Bunga dan daun teratai, sayap, roda, roket, dan pita pengikat yang bertulisan Viyata Vicaya Yudha.

5.    Makna Sempana      :        Sempana Pusdikpal bernama Viyata Vicaya Yudha berarti : Pendidikan peralatan perang.

Pusdikpal berkewajiban mendidik warga Angkatan Darat menjadi prajurit yang berguna, berpedoman kepada kode kehormatan “DWI CAKTI BAKTI”.